Kode Etik

A.      Definisi

Kode etik adalah standar perilaku bagi setiap anggota SPI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara individu, berisi batasan- batasan tindakan mengenai apa yang boleh,harus,dan tidak boleh dilakukan oleh setiap anggota.

B.      Tujuan

Kode etik ini bertujuan untuk menjaga agar setiap anggota SPI selalu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, bijaksana, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas.

C.      Standar Perilaku

Setiap anggota SPI harus menerapkan standar perilaku sebagai berikut:

  1. Menjunjung tinggi        kejujuran,         objektivitas,          dan       kesungguhan         dalam melaksanakan tugas dan memenuhi tanggungjawab profesionalnya;
  2. Menunjukkan loyalitasnya kepada organisasi dan pihak yang dilayani;
  3. Menghindari tindakan atau kegiatan secara sadar yang dapat mendiskreditkan profesi anggota SPI atau IAIN Curup;
  4. Menahan diri dari kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan IAIN Curup atau kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka yang meragukan kemampuannya untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab profesionalnya secara objektif;
  5. Menolak imbalan dalam bentuk apapun dari pegawai, klien, pelanggan, pemasok, ataupun mitra bisnis IAIN Curup sehingga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalitasnya;
  6. Bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya. Anggota SPI tidak boleh menggunakan informasi rahasia untuk mendapatkan keuntungan pribadi, melakukan pelanggaran hukum, atau melakukan perbuatan yang dapat merugikan IAIN Curup;
  7. Mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya dalam melaporkan hasil pekerjaan, yaitu fakta-fakta yang jika tidak diungkap dapat mendistorsi kinerja kegiatan yang direviu atau menutupi adanya praktik- praktik yang melanggar hukum; dan
  8. Meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelaksanaan.
D.     Sanksi

Setiap anggota SPI yang melanggar kode etik dikenai sanksi dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Diberikan peringatan secara lisan oleh pimpinan;
  2. Diberikan peringatan secara tertulis;
  3. Diberikan sanksi administratif mulai dari skorsing hingga usulan pemecatan dari keanggotaan
  4. Anggota yang dianggap melakukan pelanggaran kode etik diberi hak untuk membela diri di depan tim yang dibentuk oleh
  5. Penjatuhan sanksi mutlak merupakan kewenangan